Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 sampai 4 telah diperpanjang hingga 9 Agustus. Keputusan tersebut secara resmi diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (2/8) lalu.
Perpanjangan PPKM darurat ini, banyak dikeluhkan oleh masyarakat, terutama para pedagang kecil. Umumnya, mereka merasa dagangannya sepi sehingga membuat omzet menurun drastis. Lantas bagaimana nasib masyarakat kecil?
Menurut Fauzi, pemilik Cafe di Jakarta, perpanjangan PPKM darurat telah membuat usahanya merugi. Hingga dia pun menyarankan jika ingin diadakan PPKM, maka pemerintah harus mau memberikan bantuan sosial (Bansos).
"Rugilah ... Menurut saya, Pemerintah ini apa namanya, PPKM seminggu-seminggu ini biar apa namanya, biar masyarakat gak kaget, menurut pandangan saya. Jadi diambil seminggu-seminggu gitu, boleh PPKM sebenarnya kalau masyarakatnya itu jadi semangat, dikasih Bansos, saya kan gak punya pekerjaan juga ya, gak dapat Bansos, gak bisa makan kan," Fauzi, Pemilik Caffe di Jakarta.
Menurutnya, PPKM Boleh diperpanjang selama mungkin, asal masyarakat mendapat bantuan sosial untuk kebutuhan makan sehari-hari. Jika tidak bisa, maka lebih baik tidak usah diadakan PPKM.
"Boleh, PPKM, Panjang terserah, bebas panjang tapi dapat makan, dikasih makan, iya kasih Bansos udah itu mantap. Kalau gak mau kasih Bansos ya jangan PPKM," Fauzi, Pemilik Caffe.
Sementara itu, menurut Hilmi, salah seorang tukang parkir, bahwa selama diberlakukannya PPKM darurat, penghasilannya menurun drastis. Menurutnya, PPKM Darurat ini pengaruhnya sangat jelas.
"Pengaruh banget ya, sama penghasilan saya sebagai tukang parkir ya. Pengaruh banget, ya jelas," Hilmi, Tukang Parkir.
Menurut Hilmi, jika dibandingkan dengan sebelum PPKM penghasilannya sangat berbeda. Sebelum PPKM penghasilannya lumayan besar, namun saat ini sangat kecil.
"Jelas beda. Sebelum PPKM-lah. Ya lumayanlah penghasilannya," Hilmi, Tukang Parkir.
Sementara itu, dalam pembagian Bantuan Sosial (Bansos) selama PPKM, menurut Ustadz C. Wahyu Hidayat, yang juga sekretaris Tanfidziyah PRNU Pangkalan Jati, bahwa pemerintah telah berupaya maksimal dalam memperhatikan masyarakat kecil. Namun dalam pelaksanaannya, agar diteliti lagi, karena sering tidak tepat sasaran.
"Mungkin saran untuk pemerintah ya, di setiap lini tingkatan, agar bisa lebih memperhatikan lagi. Ya, kalau dalam pandangan kami, sejauh pemandangan kami, pemerintah sudah berupaya maksimal, untuk bagaimana memperhatikan masyarakat atau rakyat disituasi seperti ini. Akan tetapi mungkin dalam pelaksanaannya di lapangan, baik dalam pembagian, apa namanya, Bansos, Sembako dan lain sebagainya. Itu agar lebih diteliti lagi, ya terutama di tingkat kelurahan atau tingkat RT dan ke bawahnya."
"Kemudian, sebagai catatan lagi, mungkin pemerintah ini, agar bisa lebih efektif dan efisien dalam teknis pelaksanaan pembagian Bansos, karena ada beberapa kasus yang kami temui, pembagian Bansos kok gak tepat sasaran, atau ada beberapa yang mestinya mendapatkan tapi dia tidak mendapatkan. Ya ini mungkin itu, jadi sudah baik, tapi mungkin ditingkatkan lagi, khususnya di masyarakat tingkat bawah," Ustadz C. Wahyu Hidayat, Sekretaris Tanfidziyah PRNU, Pangkalan Jati.
(Aldi Rinaldi: MOESLIM CHOICE TV)
Akun official Moeslim Choice Network
Website : https://www.moeslimchoice.com
Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/MOESLIMCHOICETV
Instagram : https://www.instagram.com/moeslimchoice/
Facebook : https://www.facebook.com/MoeslimChoiveTV
Twitter : https://twitter.com/moeslimchoicetv